5 Pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir soal Beras Langka di Pasaran, Pemerintah Ambil Langkah

Untuk itu, menurut Erick Thohir, pemerintah mengambil langkah stabilisasi, caranya dengan kembali mengguyur stok ke pasaran.

“Jadi memang dinamika ini terjadi. Ya tentu pemerintah mengantisipasinya tadi, kita membanjiri pasar lagi, tetapi tentu masyarakat yang memilih mau beli beras yang tipe apa, dari berbagai macam tentu kebutuhan masing-masing individu,” kata Erick.

Di samping itu, menurutnya, pemerintah juga terus menjalankan program bantuan pangan yang menyasar 22 juta keluarga. Pada program itu, disebar sebanyak 10 kilogram (kg) per keluarga.

“Nah karena itulah pemerintah terus hadir memberikan beberapa bantuan seperti 22 juta dengan keluarga itu dibantu yang namanya bantuan pangan 10 kilogram, itu kita terus jalankan ya. Kalau di negara lain enggak ada ya, bahkan pemerintah memberikan subsidi energi itu sampai Rp 540 triliun untuk listrik dan BBM,” ucap Erick.

Lebih lanjut, Erick mengatakan ada opsi bagi masyarakat yang menilai harga beras mahal. Yakni, ada beras premium dan beras SPHP atau beras Bulog.

Keduanya memiliki perbedaan harga. Misalnya, beras premium dijual sekitar Rp 69.500 dalam kemasan 5 kilogram (kg). Sementara, beras SPHP dijual Rp 54.500 dalam kemasan yang sama.

“Tinggal bagaimana masyarakat tentu mulai bisa memberikan (memanfaatkan) opsi, ada yang mau (beras kualitas) premium yang harganya Rp 69.500 atau memang yang harganya Rp 54.500, itu kan opsi ya,” tuturnya.

“Opsi bagaimana kita melakukan tentu konsumsi yang sesuai dengan daya beli dari masing-masing keluarga,” sambung Erick Thohir.

 

Quoted From Many Source

Baca Juga  Memanfaatkan Politik Islam Kontemporer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *