Ganjar soal Rakyat yang Diintimidasi: Mereka Bergerak Dalam Senyap, Mereka Sedang Melawan

Liputan6.com, Jakarta Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa dalam masa kampanye dirinya telah berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia seperti ke Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga. Dalam kampanyenya, dia menemukan bahwa apa yang diucapkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal rakyat adalah akar rumput yang memiliki kekuatan bisa diuji di lapangan.

 

Saat bertemu rakyat di lapangan, kata Ganjar, mereka ingin mengubah nasib mereka agar lebih baik sehingga mereka tak pernah takut dengan intimidasi. 

“Mereka melakukan dengan cara diam. Karena mereka sembunyikan keberanian itu di dalam hatinya. Dan mereka akan sampaikan oke, silakan anda tekan, anda paksa, kami nggih nggih saja, tapi keputusan kami akan ada di TPS,” kata Ganjar di Acara HUT ke-51 PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu, (10/1/2024).

Hal inilah, kata Ganjar yang dia temukan di lapangan saat bertemu dengan rakyat. “Bahwa yang disampaikan Ibu Ketum sebagai akar rumput ada, mereka bergerak dalam senyap, mereka bergerak dalam diam, tapi sebenarnya ya mereka sedang melawan,” ujar dia.

 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama di mata hukum. Namun, kata dia, saat ini hukum justru dipermainkan.

“Sekarang hukum dipermainkan, kekuasaan dijalankan semau-maunya, no… no… no… Saya tiga kali karena nomor kita 3,” ujar Megawati.

“Hayo, siapa yang enggak setuju? Pasti diem, tapi nanti kalau di belakang, ngoceh,” lanjutnya.

Megawati kemudian mengatakan bahwa pemilu bukanlah alat elite politik untuk melambungkan kekuasaan dengan segala cara.

“Di dalam pemilu, pemilihan umum, ada moral dan etika yang harus dijunjung tinggi. Lo saya pernah presiden. Setelah pemilu, enggak ribut saya. Ya sudah, kalau memang betul rakyat itu memilih, ya sudah,” ujarnya.

Baca Juga  6 Fakta Terkait Kecelakaan Bus Handoyo di Tol Cipali, Korban Meninggal Sebanyak 12 Orang

Megawati pun mengingatkan bahwa kekuasaan tidak akan langgeng.

“Yang langgeng itu yang di atas. Kekuasaan itu akan berhenti, apa pun jabatannya,” ujar Megawati.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *