Lalu Lintas Penumpang di Bandara Soetta Naik 78 Persen Sepanjang 2023

Liputan6.com, Jakarta – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta mencatat, terjadi kenaikan lalu lintas penumpang di Bandara Internasioanal Soekarno-Hatta (Bandara Soetta) selama periode libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Lalu lintas ini didominasi masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri.

“Kalau dihitung untuk pergerakan penumpang di Desember saja, atau selama musim liburan Natal dan Tahun Baru, peningkatan penumpang mencapai 21 persen,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta, Subki Miuldi, Rabu (27/12/2023).

Tujuan warga negara Indonesia (WNI) keluar negeri ini ternyata tidak melulu untuk sekedar melancong saat libur natal dan tahun baru, melainkan juga didominasi oleh mereka yang ingin beribadah umrah ke Tanah Suci.

Sisanya masyarakat memang ingin mengisi waktu libur dengan berwisata ke sejumlah negara jiran, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan negara-negara tetangga lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Naik Signifikan Sepanjang 2023

Sementara itu, Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Uchky Adhitya mengungkapkan, sepanjangg tahun 2023 atau per Januari hingga 20 Desember, kenaikan lalu lintas penumpang di Bandara Soetta mengalami kenaikan yang signifikan hingga 78,19 persen bila dibandingkan dengan tahun 2022.

“Untuk masuk ke Indonesia pada tahun 2022, WNI sebanyak 2.524.544 orang, sementara WNA sebanyak 1.089.514 orang. Sehingga perlintasan masuk pada tahun 2022 itu sebanyak 3.614.058 orang. Sementara, di tahun 2023 data perlintasan WNI yang masuk sebanyak 4.429.955 orang, sementara WNA sebanyak 2.160.404 orang, total di tahun 2023 WNI dan WNA yang masuk sebanyak 6.590.359 orang,” tutur Uchky.

Sementara, perlintasan penumpang WNI yang keluar Indonesia di tahun 2023 sebanyak 4.573.201 orang, dan WNA nya sebanyak 2.093.797 orang, sehingga total WNA dan WNI perlintasan keluar Indonesia sebanyak 6.666.998 orang.

Baca Juga  Pesan Luhut di HUT ke-78 RI

“Kenaikan presentase sampai 78,19 persen ini menunjukan terjadinya kenaikan kegiatan ekonomi, ekonomi kreatif dan pariwisata di Indonesia pasca-pandemi COVID-19,” ujar Uchky.    

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *