Menyerang Bayi Usia 2 Bulan, Kenali Gejala Short Bowel Syndrome

Jakarta: Telah dikabarkan adanya salah pemberian susu terhadap bayi berusia dua bulan di Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita dengan inisial LAH. Pihak rumah sakit menyebut bayi tersebut mengidap short bowel syndrome.

Hal ini dikonfirmasi oleh Humas RSAB Harapan Kita, Nia Kurniawati pada Jumat, 18 Agustus 2023 lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terjadi penyebaran infeksi akibat gangguan fungsi hati dan usus.

 

Apa itu short bowel syndrome?

Dilansir dari Cleveland Clinic, short bowel syndrome merupakan kondisi di mana tubuh seseorang tidak dapat menyerap nutrisi dari apa yang mereka konsumsi. Hal ini dikarenakan usus halus lebih kecil dari ukuran normalnya.

Usus halus sendiri merupakan tempat penyerapan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi. Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan pada usus halus. SBS sendiri bisa muncul sejak lahir atau melalui operasi pengangkatan usus halus atau besar.

Dilansir pada laman yang sama, ternyata penyakit SBS memang tergolong langka. Di Amerika Serikat sendiri, ada sekitar 10 hingga 20 ribu yang mengalami. Setiap tahun, diperkirakan hanya ada 3 dari 1 juta orang yang mengalaminya.

Pengidap SBS umumnya tidak dapat menyerap lemak, protein, vitamin, dan zat gizi lainnya dengan baik. Tanpa penanganan yang tepat, pasien berisiko mengalami komplikasi seperti malnutrisi dan gangguan keseimbangan bakteri usus.

 

Apa saja gejala yang bisa muncul saat mengalami short bowel syndrome?

Dilansir dari Hellosehat, diare menjadi penanda awal untuk gejala SBS. Namun, diare tersebut akan semakin mengganggu. Kondisi ini lama-kelamaan dapat menyebabkan dehidrasi karena usus tidak dapat menyerap cairan dan elektrolit dengan baik.



(Konsultasikan ke dokter saat si kecil diare, dehidrasi dan tubuh lemas tidak bertenaga. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)

Selain itu, diare pun akan disertai dengan gejala-gejala pengikut, seperti:

Baca Juga  Anies Soal NasDem Fifty-Fifty Gabung Prabowo: Semua Spekulatif, Kami Konsentrasi di MK

  • – Perut terasa bergas (kembung)
  • – Kram perut dan mual
  • – Tubuh lemas dan tidak bertenaga
  • – Penurunan berat badan
  • – Kadang disertai dengan rasa terbakar pada ulu hati (heartburn)

Tidak hanya itu, penyakit SBS diketahui menurunkan asupa gizi yang bisa menyebabkan malnutrisi. Adapun kondisi lainnnya yang menyebabkan beberapa penyakit terkait malnutrisi, seperti:

– Anemia

– Batu ginjal

– Nyeri tulang dan osteoporosis

– Kulit menjadi lebih mudah lecet

– Perlemakan hati

– Munculnya batu empedu

 

Apa penyebab short bowel syndrome?

Setelah mengenal gejalanya, tentu kamu perlu tahu penyebab dari short bowel syndrome. Penyebabnya pun antara lain:

  1. – Pemotongan usus halus akibat kanker
  2. – Gangguan fungsi usus akibat pengobatan kanker
  3. – Penyakit Crohn yang menyebabkan peradangan dan iritasi pada saluran cerna
  4. – Kerusakan atau luka yang serius pada usus halus
  5. – Gangguan pergerakan usus halus
  6. – Usus halus atau usus besar terlilit
  7. – Kelainan bawaan pada usus, biasanya ditemukan pada anak-anak
  8. – Sumbatan mekonium yang merupakan feses pertama bayi pada usus halus
  9. – Putusnya aliran pada bagian usus
  10. – Gangguan letak usus yang membuatnya keluar dari tubuh melalui lubang pusar

 

Apa yang harus dilakukan saat melihat gejalanya?

Moms, ketika melihat si kecil mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya langsung pergi untuk berkonsultasi kepada dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah benar mengalami SBS atau tidak.

Aulia Putriningtias
(TIN)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *