Profil Enny Nurbaningsih, Satu-satunya Srikandi Hakim MK yang Bacakan Putusan Gugatan Capres-Cawapres

Kecintaan yang sama juga Enny tunjukkan pada ilmu hukum. Sedari menginjak bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Enny bertekad untuk menjadi seorang sarjana hukum.

Enny rela merantau dari Pangkal Pinang ke Yogyakarta guna menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM). Ia pun merampungkan pendidikannya dan resmi menyandang gelar sebagai Sarjana Hukum pada 1981 silam.

Kemudian, ia lanjut S2 Hukum Tata Negara Program Pascasarjana di Universitas Padjadjaran Bandung (1995) dan S3 Ilmu Hukum Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (2005).

Langkahnya tak berhenti sampai disitu, wanita yang memiliki motto bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas ini, mengejar mimpinya sebagai pengajar atau dosen di almamaternya.

Tak hanya menjadi seorang pengajar, Enny pun terlibat aktif dalam organisasi yang terkait dengan ilmu hukum yang digelutinya, yaitu ilmu hukum tata negara.

Salah satunya Parliament Watch yang ia bentuk bersama-sama dengan Ketua MK periode 2008-2013 Mahfud Md pada 1998 silam. Pembentukan Parliament Watch dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengawasan terhadap parlemen sebagai regulator.

Perjalanan karier Enny di dunia hukum semakin panjang dengan keterlibatannya dalam proses penataan regulasi baik di tingkat daerah hingga nasional.

Keseriusan Enny mendalami penataan regulasi dikarenakan merasa hal tersebut sangat diperlukan oleh Indonesia. Dari situ, ia pun kerap diminta menjadi narasumber hingga menjadi staf ahli terkait.

 

Quoted From Many Source

Baca Juga  Ramainya Lebaran Depok, dari Pawai Rantang hingga Fashion Show Pakaian Zaman Dulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *